Keunikan Pura Tirta Empul Yang Melegenda

0
26
pura tirta empul

Pura Tirta Empul | Tirta Empul merupakan nama bagi sebuah pura Hindu di desa Manukaya kecamatan Tampak-Siring, kabupaten Gianyar, Provinsi Bali. Keunikan arsitekturnya serta adanya sumber mata air di dalam area dalam pura, menjadikan pura ini sangat menarik dan banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun internasional.

Jika suatu saat anda berlibur ke pulau Bali, lalu mengunjungi objek wisata berbagai pura Hindu. Maka pura Tirta Empul adalah salah satu spot wisata yang wajib anda kunjungi.

Ada banyak pura terkenal di pulau Bali sebagai pusat ritual keagamaan umat Hindu Bali. Namun, anda akan menemukan bahwa Pura Tirta Empul mempunyai keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan pura Hindu selainnya di pulau Bali. Sebenarnya, Ada beberapa pura lain di Bali yang tidak kalah menarik untuk anda kunjungi saat berwisata, yaitu di antaranya adalah pura Uluwatu maupun juga Pura Tanah Lot.

Keunikan Pura Tirta Empul

Salah satu Keunikan utama yang dimiliki pura Tirta Empul adalah adanya mata air alami diarea pura.Sumber Mata air alami ini banyak di gunakan masyarakat setempat untuk permandian, sebagai air untuk menyucikan diri, serta sebagai untuk meminta tirta suci kepada dewa. Nama Dewa yang dipuja pada Pura ini yaitu dewa Indra.

Masa Pembangunan Pura

Pura Tirta Empul di temukan sekitaran tahun 926 Masehi, yaitu pada masa dinasti Warmadewa yang berkuasa dari abad 10 hingga abad 14.  Menurut tulisan lontar Usana Bali, jejak Telapak yang disebut dalam nama kecamatan tempat lokasi pura ini adalah jejak telapak seorang raja yang dikenal dengan nama Mayadenawa.

Mayadenawa merupakan seorang raja yang sangat sakti dan juga memiliki ilmu menghilang, serta mampu merubah dirinya kebanyak bentuk. Namun, Raja Mayadenawa bersifat jahat dan bahkan beraggapan bahwa dirinya seorang dewa.

Disebabkan oleh kejahatannya, seorang tokoh pendeta bernama Kulputih lalu berdoa kepada dewa Indra, agar sang dewa membasmi dan menghentikan semua tindakan kejahatan raja Mayadenawa.

Permohonan dalam pendeta Kulputih lalu dipenuhi oleh dewa Indra. Kemudian, sang Dewa mengirimkan sebuah pasukan untuk melawan dan menghancurkan raja Mayadenawa. Akhirnya, raja  Mayadenawa kalah dalam perang melawan Dewa Indra tersebut lalu lari masuk ke dalam hutan.

Pada saat malam harinya, Raja Mayadenawa masuk ke area perkemahan pasukan dewa Indra secara diam-diam dan menaruh air beracun ke dalam tempat air minum para pasukan dewa Indra pada area perkemahan tersebut. Tujuannya yaitu agar air racun tersebut di minum oleh para pasukan dewa Indra.

Saat menyelinap masuk, Mayadenawa memakai sisi telapak kakinya saat berjalan. Hal itu bertujuan untuk menghilangkan jejak kakinya dari perkemahan tersebut, yang dipikirnya akan dapat membuat para pasukan sang dewa curiga. Jejak kaki miring inilah yang kemudian menjadi nama kecamatan Tampak Siring, termpat beradanya pura tirta empul.

Akhir dari cerita legenda ini menceritakan bahwa Dengan air racun tersebut, Mayadenawa berhasil membuat lemah sebagian pasukan dewa Indra, dan membuat Mayadenawa tidak tertangkap saat itu.

Legenda Mata Air Tirta Empul

Dengan tujuan Untuk menyembuhkan para pasukannya dari air beracun milik Mayadenawa, Dewa Indra lalu menancapkan senjatanya ke tanah. Setelah itu, muncullah mata air untuk penawar racun tersebut. Setelah para pasukan meminum air tersebut, para pasukan sang dewa akhirnya sembuh dari keracunan.

Sumber Mata air inilah yang kemudian diberi nama Tirta Empul, yang artinya adalah mata air suci dari tanah. Selanjutnya, di sekitar mata air tersebut dibangunlah sebuah pura untuk melakukan pemujaan kepada dewa Indra, yang kemudian dikenal dengan nama Pura Tirta Empul.

Setelah Mayadenawa mengetahui bahwa rencananya yang telah meracuni pasukan sang dewa gagal, ia lalu berusaha lari ke daerah hutan, lalu merubah dirinya ke banyak wujud. Akan tetapi, dewa Indra dan juga pasukannya terus mengejarnya.

Oleh Karena lelah dalam pengejaran, Mayadenawa kemudian merubah bentuk dirinya menjadi sebuah batu besar. Namun, hal ini di ketahui oleh sang dewa, lalu ia memanahnya hingga ia terbunuh dengan panah dewa tersebut. Hari Terbunuhnya raja Mayadenawa ini kemudian selalu diperingati kalangan umat hindu di Bali, yaitu setiap 210 hari dengan nama hari Raya Galungan.

Letak Lokasi Pura Tirta Empul

Pura Tirta Empul berlokasi di Jl.Tirta Desa-Manukaya Kecamatan Tampak-siring, Kabupaten-Gianyar, Provinsi Bali.

Nama Tampak Siring kini merupakan nama sebuah kecamatan yang berlokasi di kabupaten Gianyar provinsi Bali. Kecamatan Tampak Siring memiliki Luas wilayah sekitar 42,63 kilometer persegi.

Pura Tirta Empul di google maps: https://goo.gl/maps/ZAFCNdzNL15QsiC28

Jarak Tempuh

Dalam rute perjalanan pariwisata, Pura Tirta Empul adalah sebuah jalur untuk persinggahan para wisatawan yang selesai dari berkunjung ke objek wisata Ubud, dari berwisata sawah terasering, maupun dari objek wisata Kintamani yang sedang menuju ke arah objek wisata di daerah Bali selatan.

Dari airport Ngurah Rai yang terletak di Kota Denpasar, diperlukan waktu tidak kurang daru 1 jam lebih 30 menit perjalanan agar sampai ke pura Tirta Empul, yaitu dengan jarak kurang lebih 52 kilometer. Jika anda dari objek wisata Ubud monkey forest dan langsung ke Pura Tirta Empul, maka anda akan menempuh jarak sekitar 16 kilometer atau sekitar 31 menit perjalanan.

Jadwal Kunjungan

Pura Tirta Empul buka sejak pukul 09:00 s/d 17:00, serta buka setiap harinya, selain waktu hari raya Nyepi.

Peraturan Memasuki Pura Tirta Empul

Semua objek wisata pura di provinsi Bali mempunyai aturan cara berpakaian dan peraturan lainnya bagi semua pengunjung yang ingin memasuki bagian dalam pura. Oleh sebab itu, sebaiknya anda mempelajari beberapa aturan tersebut jika anda ingin berkunjung ke pura manapun di Bali.

Jika anda ingin bisa memasuki wilayah dalam pura, maka anda perlu menggunakan kain berupa sarong sebagai pakaian pada tubuh bagian bawah, khususnya bagian pinggang dan juga kaki. Adapun khusus tubuh bagian atas, anda bisa mengenakan baju kaos atau pun kemeja. Khusus untuk bagian pinggang, anda perlu memakai selendang yang disediakan. Ada pula pakaian Udeng (ikatan di kepala), namun hal itu tidak di wajib, namun anda juga boleh mencoba memakainya.

Selain aturan untuk pakaian, ada juga beberapa peraturan lainnya yang wajib anda penuhi saat anda berkunjung dan memasuki area bangunan pura Hindu di Bali, terutama pada saat anda masuk ke area dalam pura, yaitu:

1) Tidak diperbolehkan menginjakan kaki pada bagian khusus tempat pemujaan;

2) Tidak diperbolehkan bagi Wanita haid, anda sebaiknya menghindari memasuki bagian dalam pura saat berhalangan atau haid.

3) Tidak boleh berludah sembarangan pada semua area pura.

4) MemBuang sampah apapun pada tempat khusus yang tersedia.

5) Hindari berkata-kata kasar selama berada di area pura.

Jika anda ingin berendam langsung di mata air pada bagian pemandian pura Tirta Empul, hendaklah anda membawa persiapan khusus berupa baju untuk ganti, handuk pribadi, sarong untuk basahan, serta selendang dan tas plastik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini