Ibu dan Pola Asuh Anak

0
5
ibu dan pola asuh anak

Menjadi seorang ibu adalah mimpi setiap wanita, dengan segala warna-warni dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Ibu adalah kunci dari ketentraman didalam rumah, karena jika ibu tidak sedang berbahagia, maka suasana didalam rumah akan menjadi kaku.

Kenapa demikian?. Tentu saja, menjalankan peran sebagai ibu tidaklah mudah, ia bekerja 24 jam tanpa henti namun pekerjaan yang dikerjakannya itu bukanlah hal yang tampak, seperti halnya orang bekerja di kantor atau bekerja dimanapun.

Kewajibannya untuk melayani suami dan anaknya serta memenuhi segala keperluan mulai dari memasak, mencuci, berdandan, mengatur keuangan, melahirkan serta merawat anak bahkan tidak memiliki waktu luang untuk sekedar melepas kepenatan.

Sewajarnya ibu memiliki sedikit waktu untuk sekedar me time atau refreshing diakhir pekan bersama suami dan anaknya agar menghilangkan semua kepenatan dirumah. Semuanya juga kembali kepada kenyamanan suasana dirumah yang ditularkan oleh suasana emosi ibu yang bahagia bahkan kestabilan emosinya ibu akan berpengaruh positif didalam rumah.

Maka untuk itu diperlukan dukungan dari suami sebagai pasangan serta anggota keluarga yang lainnya agar kestabilan emosi ibu tetap baik.

Apabila emosi ibu yang berbahagia itu stabil, akan berpengaruh juga terhadap pola asuhnya terhadap anak. Karena kecendrungan ibu yang merasa lelah dan sering tidak dimengerti oleh suami sebagai pasangan hidup, cenderung berpengaruh kepada emosi yang meluap kepada anak yang masih belum bisa memahami kondisi kepenatan ibu.

Meskipun tidak semuanya ibu berlaku demikian, namun kecendrungan emosi yang tidak stabil karena kepenatan rutinitas peran ibu dirumah rata- rata mempengaruhi kepada pola asuh anak.

Menurut psikolog dari Biro Psikolog Metafora Ketty Murtiny, “ibu yang bahagia menjadi faktor penentu keberhasilan pola asuh, sehingga ibu harus memperhatikan kebahagiaan dirinya  dahulu”.

Dan menurut bunda Elly Risman yang menegaskan, peran orang tua sangat penting bagi kehidupan anak terutama dari sang ibu. Untuk itu diperlukan emosi yang terkontrol dari ibu agar dapat membentuk anak- anak bernas yang berpengaruh kepada keberlangsungan dimasa yang akan datang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini