Alat Musik Tradisional Bentuk Bilah

0
29
Alat Musik Tradisional Bentuk Bilah

Indonesia merupakan salah satu dari beberapa Negara di dunia yang mempunyai aneka ragam kebudayaan. Tidak hanya sekedar bahasa, tari-tarian ataupun upacara adat, akan tetapi juga musik tradisonal. Musik-musik tradisional yang ada di negara Indonesia juga sangat beraneka ragam mulai dari bahan, bentuk, hingga bunyi yang dihasilkan pada masing-masing alat musik.

Hal yang serupa pula berlaku pada cara memainkannya. Namun, pada pembahasan kali ini penulis akan menyajikan artikel yang berisi sejumlah informasi mengenai alat musik tradisional berdasarkan bentuk khususnya alat musik bentuk bilah.

Alat musik berbentuk bilah ini adalah alat musik yang mempunyai bentuk yang sangat mirip dengan alat musik berbentuk tabung. Akan tetapi, alat musik bentuk bilah tidak memiliki rongga seperti yang ada pada alat musik bentuk tabung.

Bunyi yang akan dihasilkan pada alat musik yang berbentuk bilah ini biasanya di dapatkan dari beberapa pencampuran dengan bermacam-macam perangkat musik yang lainnya, seperti ruang resonator. Biasanya, alat musik yang berbentuk bilah ini mempunyai permukaan yang rata, yang cembung seperti tabung dan cara memainkannya adalah dengan cara dipukul.

Adapun beberapa jenis alat musik tradisonal yang memiliki bentuk bilah contohnya adalah Saron, Gambang, Kolintang, dan Gender.

Saron

Alat musik saron ini biasanya menjadi salah satu pelengkap pada musik gamelan. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul, dimana alat pemukulnya yang digunakan berbentuk seperti palu yang terbuat dari kayu. Saronnya sendiri dibuat dari logam, Alat musik ini telah dikembangkan di daerah pulau Jawa.

Menurut sejarahnya, alat musik Saron pertama kali dimainkan dalam pertunjukan di Candi Borobudur pada abad 9. Dan dikabarkan bahwa Saron ini adalah dekomposisi dari sebuah instrumen gangsa gambang, akan tetapi hal ini dibantah oleh “Mantle Hood” karena oktaf tunggal serta karakteristik iramanya yang berbeda.

Jenis-jenis Alat Musik Saron (Dalam Instrument Balungan)

Berbagai jenis alat musik dalam instrument balungan selain Saron, ada pula beberapa alat musik yang lainnya seperti : Demung, Peking dan juga Slanthem. Untuk penjelasan yang lebih ringkas, mari kita simak jenis-jenis alat musik Saron yang termasuk dalam instrument balungan berikut ini :

  1. Slenthem

Alat musik slenthem adalah instrumen gamelan terdiri dari lembaran yang berbahan dasar logam yang cukup tipis yang kemudian diuntaikan dengan menggunakan tali pada sebuah tabung. Jika  dimainkan Slenthem ini akan dapat menghasilkan nada yang berdengung dengan suara yang cukup rendah atau menggema. Nama lain dari Slenthem ini ialah Gender Panembung.

  • Peking

Alat musik Peking ialah sebuah alat musik yang berasal dari Jogja yang sering dimainkan pada gamelan jawa. Pada adat jawa, Peking ini sering disebut juga dengan nama “Saron Penerus”. Untuk nada yang dihasilkannya memiliki oktaf paling tinggi, karena memiliki ukuran yang paling kecil dibandingkan dengan jenis Saron yang lainnya.

  • Demung

Kemudian selanjutnya ada Saron Demung, ini merupakan sebuah alat musik pada gamelan yang mempunyai ukuran lebih besar daripada Saron pada umumnya. Namun untuk memainkannya juga sama halnya dengan saron yang lainnya yaitu dengan cara dipukul dengan menggunakan pemukul Demung.

Sama halnya dengan Saron, Demung ini memiliki 2 jenis nada yang akan dihasilkannya yaitu Demung Pelog dan juga Demung Slendro sehingga akan bisa menghasilkan nada ataupun suara yang berbeda tergantung dari ukurannya.

Gambang

Gambang ialah alat musik yang berasal dari daerah Jawa Tengah yang merupakan salah satu instrumen dari orkes gambang kromong dan juga gambang rancag. Gambang mempunyai sumber suara yang terdiri atas 18 buah bilah yang terbuat dari bahan dasar kayu ataupun bambu. Bentuk resonatornya serupa dengan perahu, yang di atas bibir pada kotak suara tersebut tampak terdapat beberapa bilah kayu nada yang berbentuk persegi empat panjang yang cukup tipis.

Diujung pangkalnya resonator gambang berbentuk pyramid sebagai penutup dibagian ujung dan pangkal tersebut, bilah-bilah gambang ini umumnya terbuat dari kayu jati ataupun bambu. Bilah dengan nada yang terendah mempunyai bentuk yang paling panjang dan juga lebar. Sebaliknya, bilah dengan nada yang tertinggi mempunyai bentuk yang pendek, tebal, dan juga sempit.

Sekilas gambang ini serupa dengan saron dan juga demung, akan tetapi bilahan pada alat musik ini terbuat dari kayu ataupun bambu untuk bisa menghasilkan suara yang khas dan juga unik. Ada 18 bilah nada yang terdapat pada gambang, yang diletakkan di atas sebuah rak konektor yang berbentuk seperti perahu. Bilah-bilah tersebut telah disusun berurutan dari bentuk bilah yang terpendek sampai bilah yang paling panjang.

Cara untuk memainkan alat musik gambang ini adalah dengan memukul tiap bilahnya menggunakan alat pemukul khusus yang biasa disebut dengan tabuh. Hampir sama dengan saron dan demung, para pemainnya juga perlu memegang bilahnya setelah dipukul agar tidak meninggalkan suara.

Kolintang

kolintang

Selain telah dikenal eksistensinya di kancah internasional, Kolintang ini juga memiliki beberapa fakta yang cukup menarik yang dapat membuat alat musik tradisional (khas Miahasa), Sulawesi Utara tersebut layak diperjuangkan untuk mendapatkan pengakuan dunia.

Asal usul nama dari Kolintang ini terinspirasi dari nada atau suara yang dikeluarkan dari alat musik tersebut seperti “Tong” pada nada rendah, “Ting” pada nada tinggi, dan “Tang” pada nada bagian tengah, serta menggunakan istilah “ber-tong-ting-tang” sambil mengucapkan kalimat “Maimo-Kumolintang” untuk mengajak orang yang memainkannya, sehingga lama kelamaan ungkapan tersebut telah berubah menjadi Kolintang.

Alat musik Kolintang ini terbuat dari kayu khusus yang sangat ringan namun cukup padat yang kemudian disusun membentuk garis-garis yang sejajar. Pada umumnya jenis kayu yang digunakan sebagai bahan dasarnya adalah kayu bandaran, kayu wnuang, kayu telur dan kayu kakinik. Kemudian kayu dari pohon tersebut di keringkan terlebih dahulu kemudian diproses menjadi bilah-bilah kecil, yang mana bilah-bilah tersebut dikurangi panjangnya sampai dapat menghasilkan nada-nada yang sesuai.

Alat musik kolintang ini dimainkan dengan cara dipukul menggunakan mallet atau tongkat kecil yang bagian ujungnya dibalut dengan sebuah kain ataupun benang. Biasanya mallet ini berjumlah tiga buah yang diberi nomor masing-masing untuk memainkannya. Mallet yang nomor 1 biasanya digunakan pada tangan kiri, sedangkan nomor dua dan juga nomor tiga dipegang menggunakan tangan kanan yang biasanya di sela-sela jari sesuai dengan accord yang sedang dimainkan.

Gender

Alat musik gender adalah alat musik yang cara memainkannya dengan cara dipukul, alat musik ini berasal dari Jawa dan sering digunakan dalam instrumen pada gamelan. Alat musik tersebut memiliki 10 hingga 14 bilah logam yang dibuat dengan menggunakan bahan dasar jenis logam ataupun kuningan.

Agar dapat menghasilkan suara yang enak didengar, maka para pemain gender ini setidaknya haruslah memahami nada, tempo, serta teknik pukulan yang di gunakan. Cara memainkan Gender ini adalah dengan cara dipukul pada bagian bilahannya agar bisa menghasilkan suara. Selanjutnya untuk teknik yang akan digunakan pada gender memiliki pola yang berbeda dengan gembyang ataupun kempyung.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini